#Jumat, sepuluhjanuari.Jelang siang itu di pojok sebuah cafe coklat, kunikmati sarapan telatku. Kebiasaan ini rupanya belum berubah, brunch. Sepiring nasi goreng omelet, menu yang berbeda, biasanya tempe goreng cukuplah bagiku. Hari ini mencoba suasana baru, sedikit demi sedikit mengubah gerakku. Ini adalah tahun yang berbeda, sudah lama kiranya belum ada loncatan besar.
Kukeluarkan buku yang belum kukhatamkan, kisah-kisah fiksi, biasanya bukan itu. Tak apa, ingin mencoba yang tak biasa. Ah, ternyata aku belum terbiasa menghabiskan lembaran novel itu selain di kamar hangatku. Kuletakkan lagi. Kutandaskan makan pagiku.
**
#Sabtu, sebelasjanuari
Aku suka keheningan malam. Senyap, dingin, angkuh, sendiri, bebas. Buku-buku yang kubeli akhir-akhir ini, yang kuhabiskan belum ada setengahnya, berjejer rapi di rak ruang tengah. Kupilih, berniat menyelesaikannya. Tapi saat ini laptop ayahku seperti berkata, hey..it will be more interesting if you surf in cyber world... dan terang saja aku terkena bujuk rayunya :D
Kutenggelamkan malam ini bersama dunia maya. Berselancar mencari artikel sastra, informasi terbaru atau sekedar menyapa kawan di sosial media. Ditemani lagu-lagu yang sudah usang tapi tetap memanjakan telinga, aku mulai menulis. Ya, menulis. Apa sajalah.
Kutemukan sebuah blog, yang membuat emosiku naik turun. Dipo Utomo. Tak sengaja aku menemukan tulisan-tulisan yang entah mengapa aku lahap semuanya. Iya, aku suka gaya menulisnya. Diksinya begitu terpilih dan menyesakkan rasa.
Saran satu dua kawan yang terabaikan, kini ku buat realita. Mencoba menuangkan, merangkai kalimat yang kadang ku tak tahu awal dan akhirnya.
.................
Kutenggelamkan malam ini bersama dunia maya. Berselancar mencari artikel sastra, informasi terbaru atau sekedar menyapa kawan di sosial media. Ditemani lagu-lagu yang sudah usang tapi tetap memanjakan telinga, aku mulai menulis. Ya, menulis. Apa sajalah.
Kutemukan sebuah blog, yang membuat emosiku naik turun. Dipo Utomo. Tak sengaja aku menemukan tulisan-tulisan yang entah mengapa aku lahap semuanya. Iya, aku suka gaya menulisnya. Diksinya begitu terpilih dan menyesakkan rasa.
Saran satu dua kawan yang terabaikan, kini ku buat realita. Mencoba menuangkan, merangkai kalimat yang kadang ku tak tahu awal dan akhirnya.
.................